Penelitian merupakan elemen fundamental dalam dunia akademik yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, menemukan solusi atas permasalahan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satu bentuk tertinggi dari penelitian akademik adalah disertasi, yang menjadi syarat utama dalam meraih gelar doktor. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai penelitian, disertasi, serta perbedaannya dengan karya ilmiah lainnya seperti skripsi dan tesis.
Pengertian Penelitian
Penelitian adalah proses sistematis yang dilakukan untuk mengkaji suatu fenomena atau masalah tertentu dengan tujuan memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yang sudah ada. Proses ini melibatkan pengumpulan data, analisis, dan interpretasi untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan.
Baca juga : Jasa Sebar Kuesioner
Disertasi: Definisi dan Tujuan
Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang disusun oleh mahasiswa program doktoral sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar doktor. Disertasi harus menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelitian mandiri yang menghasilkan kontribusi orisinal terhadap bidang ilmu tertentu. Kontribusi ini bisa berupa pengembangan teori baru, metode penelitian inovatif, atau temuan empiris yang signifikan.
Perbedaan antara Skripsi, Tesis, dan Disertasi
Meskipun ketiganya merupakan karya ilmiah yang disusun sebagai syarat kelulusan, terdapat perbedaan mendasar di antara skripsi, tesis, dan disertasi:
Jenjang Pendidikan:
- Skripsi: Disusun oleh mahasiswa program sarjana (S1) sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana.Prasetya Mulya University
- Tesis: Disusun oleh mahasiswa program magister (S2) untuk memperoleh gelar magister.
- Disertasi: Disusun oleh mahasiswa program doktoral (S3) untuk memperoleh gelar doktor.
Kompleksitas dan Kedalaman Penelitian:
- Skripsi: Menitikberatkan pada penerapan teori yang telah dipelajari untuk menganalisis suatu permasalahan.
- Tesis: Menuntut mahasiswa untuk mampu mengembangkan pengetahuan atau teknologi yang sudah ada melalui penelitian yang lebih mendalam.
- Disertasi: Mengharuskan mahasiswa menemukan atau mengembangkan teori, konsep, atau gagasan ilmiah baru yang orisinal dan teruji.
Jumlah Referensi:
- Skripsi: Biasanya memuat minimal 20 daftar pustaka.Graduate Program
- Tesis: Memerlukan minimal 40 daftar pustaka.Graduate Program
- Disertasi: Mencakup minimal 60 daftar pustaka untuk mendukung kedalaman penelitian.
Kontribusi terhadap Ilmu Pengetahuan:
- Skripsi: Fokus pada penerapan pengetahuan yang sudah ada.
- Tesis: Berusaha mengembangkan pengetahuan yang ada dengan pendekatan multidisiplin atau interdisiplin.
- Disertasi: Bertujuan untuk menghasilkan kontribusi orisinal yang signifikan terhadap bidang ilmu tertentu.
Proses Penyusunan Disertasi
Penyusunan disertasi melibatkan beberapa tahapan penting:
- Pemilihan Topik Penelitian: Menentukan topik yang relevan, orisinal, dan memiliki kontribusi signifikan terhadap bidang ilmu yang diminati.
- Penyusunan Proposal Penelitian: Mengajukan rencana penelitian yang mencakup latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, tinjauan pustaka, dan metodologi penelitian.
- Pelaksanaan Penelitian: Melakukan penelitian sesuai dengan metodologi yang telah dirancang, termasuk pengumpulan dan analisis data.
- Penulisan Disertasi: Menyusun laporan penelitian yang sistematis, terdiri dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi, hasil penelitian, pembahasan, kesimpulan, dan saran.
- Ujian Disertasi: Mempertahankan hasil penelitian di hadapan dewan penguji untuk menilai validitas, orisinalitas, dan kontribusi penelitian.
Tantangan dalam Menyusun Disertasi
Menyusun disertasi bukanlah tugas yang mudah dan seringkali menghadapi berbagai tantangan, seperti:
- Menemukan Topik yang Orisinal: Menentukan topik yang benar-benar baru dan belum banyak diteliti memerlukan eksplorasi literatur yang luas dan mendalam.
- Keterbatasan Sumber Daya: Terbatasnya akses terhadap data, literatur, atau fasilitas penelitian dapat menghambat proses penelitian.
- Manajemen Waktu: Mengatur waktu antara penelitian, penulisan, dan kewajiban lainnya memerlukan disiplin dan perencanaan yang matang.
- Proses Revisi yang Berulang: Menerima masukan dan melakukan revisi berkali-kali adalah bagian dari proses untuk memastikan kualitas disertasi.
Disertasi merupakan puncak dari perjalanan akademik yang menuntut dedikasi, ketekunan, dan komitmen tinggi. Melalui disertasi, seorang mahasiswa doktoral diharapkan mampu memberikan kontribusi orisinal yang signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Memahami perbedaan antara skripsi, tesis, dan disertasi, serta proses penyusunannya,
Sumber Artikel : https://surveycenter.co.id